Healy Mac's in Kuala Lumpur - Malaysia Part 1

Sy selalu yakin setiap orang baik akan dipertemukan pula dengan orang-orang baik. Seperti kata-kata yang tak pernah hilang dan selalu sy yakini saat Plesiran keluar Kota atau bahkan Luar Negeri, dan beberapa kali terbukti. 

Maret 2015 lalu, 
Kabur dari pekerjaan yang membuat penat, sy berdua dengan sahabat sy ({C Nova I} karna sahabat sy yang lain tidak bisa meninggalkan pekerjaan mereka, jadilah kami melancong hanya berdua) dengan modal tiket pesawat PP BTH-SBZ (Tahun 2015 harga tiket pesawat PP Batam-Subang, Mly hanya 700 ribuan, bahkan di Tahun 2014 sy pernah dapat tiket pesawat PP BTH-SBZ hanya 350 ribuan, tapi di Tahun 2017 ini 700 ribu hanya untuk tiket pesawat pergi saja belum termasuk tiket pulang. Karena kami di Batam sebenarnya bisa saja melakukan perjalan menggunakan Kapal Fery, hanya saja akan memakan waktu 4-5 jam untuk sampai di KL).

Dimulai dari Subang Skypark (KL sendiri memiliki 2 Bandara. diantaranya Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dan Subang Airport, karena penerbangan kami dari Batam sehingga kami hanya bisa mendarat di Subang Skypark) menuju terminal LRT Kelana Jaya menggunakan Bus RapidKL yang berada persis didepan pintu masuk Bandara, untuk tiket Bus sendiri bisa langsung dibeli diloket penjualan tiket resmi di dalam lokasi Bandara. Sebelumnya kami membeli SIM Card Mly untuk digunakan disana, karena tak semua tempat di Mly tersedia wifi gratis (ngak terlalu disarankan membeli di Bandara, karena harganya lumayan mahal).

Subang Skypark

Pejalanan menuju terminal LRT Kelana jaya kurang lebih 1 jam, jadi jangan dipakai buat tidur ya... kan mau jalan-jalan bukan mau istirahat hehe. Dinikmati saja perjalanannya walapun tak seindah perjalanan ke puncak (kayak pernah ke puncak aja haha). Sampai di terminal LRT Kelana Jaya dilanjutkan naik LRT menuju KL Sentral, merupakan Stasiun Kereta Api terbesar di Asia Tenggara, juga termasuk pusat transportasi antar Negara seperti Thailand, Pattaya dan Kota-kota didalam Mly sendiri. (Sumber: Google).

Setelah sampai di KL Sentral, pertama kali bagi kami mencoba transportasi Bus Go KL. Bus gratis yang disediakan untuk para pelancong dan masyarakat KL sendiri dan hanya untuk keliling KL (info lebih lengkap cek www.gokl.com.my/). Tujuan utama kami adalah Bukit Bintang, karena kami berrencana mencari penginapan disekitaran sana. Sampai pada akhirnya sy dengan Percaya Diri menggunakan bahasa melayu bertanya dengan Mbak-mbak yang berada di halte yang sama dengan kami, untuk memastikan Bus yang sy dan sahabat sy tunggu tidak salah tujuan. Eh ternyata si Mbak dan adik cowoknya itu juga pelancong dari Semarang, Indonesia yang memang sedang Backpacker sama seperti kami. Tujuan kami pun sama, sama-sama ke Bukit Bintang. Mereka sudah booking Hotel via Traveloka disekitaran Bukit Bintang jadilah kami meminta petunjuk mengenai penginapan untuk kami sama adiknya si Mbak yang kabarnya sudah sering ke KL.

Sampai di halte Bukit Bintang, rupanya ada lelaki yang sudah menunggu kami, eh bukan nunggu kami sih hehe, lebih tepatnya nunggu adiknya si Mbak tadi. Cerita punya cerita mereka sempat kenal di Komunitas Backpacker Dunia di Facebook, lelaki itu berasal dari Aceh yang kebetulan sedang menyelesaikan study di salah satu kampus di KL. Doi pesen sepatu online dari Indonesia lalu nitip dibawakan oleh adiknya si Mbak yang mau melancong ke KL. Jadi sebagai gantinya Doi yang sebut saja namanya Imam (karena memang namanya Imam) menjadi Tour Guide adiknya si Mbak tadi, dan adiknya si Mbak tadi berbaik hati mau ngebantuin kami nyari penginapan dan menawarkan kami buat ikut jalan dengan mereka secara ngak langsung Imam juga menjadi Tour Guide kami yeee hahaha (kamsiaaa Imam).

Udah dapat penginapan, udah rehat, udah siap-siap melanjutkan perjalanan sama mereka karena mereka pun rupanya sudah menjemput kami (bak tuan putri, dijemput segala haha). Dan taraaa pasukkan kami makin bertambah, cerita punya cerita di Kaskus pun adiknya si Mbak tadi memposting soal keberangkatannya ke KL dan hotel tempat mereka nginap, jadilah mereka bertemu dengan Anton (anak Jogja yang merantau di Palembang, lalu kerja disana) dan Mas Sungging (anak Semarang yang juga merantau di Palembang, lalu kerja disana juga) yang niatan mereka ke KL juga sama dengan kami, kabur dari kerjaan lalu melancong ke KL. Wah makin banyak yang ngejagain kami hahaha.

Jalan-jalan dimulai dengan jalan kaki, nyusurin setiap sudut Bukit Bintang, lewatin jalan tikus yang rupanya rame pejalan kaki juga dan ngak kerasa mereka udah ngebawa kami keliling beberapa Mall, dan Plaza di sekitaran KL antaranya Plaza Lowyat, Sungei Wang Plaza, Pavillion Mall dan beberapa tempat yang sy tidak tau namanya, karena sesunggunya jalan dengan laki-laki itu kita dituntut musti jalan terus tanpa singgah-singgah (kecuali kebelet & menunaikan sholat, sebelum jalan udah harus isi perut dulu, jadi ngak akan singgah kewarung makan haha)

Petaling Street, Central Market, China Town, Sungei Wang Plaza
Dari Kiri. Anton, Mbaknya si Adek, Mbaknya si Adek (juga), Sy (Anna), Sahabat sy (Nova), Adeknya si Mbak. Nonggol paling belakang : Mas Sungging, yang ambil foto : Imam

Sampai pada akhirnya kami sudah di China Town, Petaling Street beragam orang berjualan mulai dari makanan berat, cemilan, minuman, souvenir, dll (buat kalian yang muslim harap teliti dulu sebelum membeli makanan dan minuman, takutnya beberapa ada yang tidak boleh kita konsumsi). Tepat disebrang jalan Petaling Street terdapat Central Market, pusat oleh-oleh di KL yang harganya lumayan murah (yang mau beli oleh-oleh bisa beli disini) kami pun singgah mencar mencari dan memilah mana yang mau kami bawa sebagai oleh-oleh. Sy dan sahabat sy ditemani Imam mulai memilih, disusul Mas Sungging dan Anton tapi si Mbak dan adiknya tidak ikut bersama kami, mereka bilang mau mencari sesuatu dan janjian untuk ketemuan lagi dipintu masuk Central Market untuk sama-sama ke Menara Kembar Petronas ngeliat pertunjukan air mancur penuh warna di taman KLCC.

Sampai kami selesai mencari oleh-oleh, si Mbak dan adiknya tidak menampakkan dirinya (ngak bisa ngehubungin mereka karna si adik lebih ngandelin wifi ketimbang beli SIM Card). Okay kami memutuskan untuk jalan ber-lima saja tanpa mereka. Jalan kaki ke Stasiun LRT Pasar Seni dari sana naik LRT ke KLCC, kebetulan LRT KLCC masih nyatu dengan Suria KLCC Mall dan kayaknya kalau sy ditinggalin sendirian disana bakalan nyasar buat nyari pintu keluar karna gede banget (Mall disana memang gede-gede dan kita musti hapal pintu mana yang kita lewatin pas masuk mall karna kalau tidak kita bisa nyasar).

Sambil nunggu LRT cekrek dulu ya 😋
Muka jelek 😱

Bener-bener terpikat sama air mancur penuh warna yang gerakan nya bisa seirama dengan iringan musik, lalu Mas Sungging bilang "sebenarnya moment-moment kayak gini ngak perlu direkam cukup kita ingat didalam otak kita aja" sambil selfie-selfie, lalu kami habiskan buat foto bareng-bareng pakai tongsis yang ada tombol "cekrek" nya punya Anton (yang paling ngehits dijamannya). Lupa waktu sampai kami harus pontang-panting dengan berjalan cepat biar ngak ketinggalan LRT karna jam sudah hampir menunjukkan jam 11.30 waktu setempat sedangkan kami harus pulang ke Bukit Bintang. Ntahlah sedih aja ngeingat moment waktu perjalanan pulang ini, ditengah jalan harus digertak sama orang gila (iya di Mly byk orang gila keliyaran kalian harus hati-hati juga) hiks menjerit ketakutan lalu mereka ber-empat ngejek sy dengan sangat puas kayaknya, oke fine.

Ini yang buat lupa waktu dan yang buat lari²an buat ngejar LRT biar ngak ketinggalan 💙

Sampai juga di Bukit Bintang dan Imam ngak jadi pulang ke Asrama demi untuk mengantarkan kami juga disuruh ikut nginap di hotel tempat Mas Sungging dan Anton nginap. Sekitar jam 00.00an waktu setempat, Mas Sungging langsung bilang "kalian yakin mau langsung balik ke hotel? Aku sama Anton masih mau nongkrong sekitaran sini (Bukit Bintang) sekali-kalilah, mumpung di KL nikmatin malam di KL".

Nongkronglah kami di salah satu Kafe di sekitaran Bukit Bintang ngak jauh dari hotel kami nginap, dan yang harus kalian tau ini perdana buat sy dan Nova, apalagi sy, hanya sy yang mengenakan jilbab disini. Tapi setidaknya kami pernah tau rasanya, biar tidak kempunan hahaha dan kami pun hanya duduk diluar Kafe, pesan Manggo Jus sambil bertukar cerita kenapa kami bisa sampai di KL. Sampai akhinya punya ide ngebuat Group di WhatsApp, dan Imam lah yang pilih menjadi Admin haha. Ya sebut saja kami para Personil Healy Mac's (nama Kafe tempat kami nongkrong) ada sy, Nova, Imam, Mas Sungging, dan Anton (Miss You Gaes).


Anggota Healy Mac's Group (miss you gaes)


To be continue ↗

Comments

Popular posts from this blog

Bogoshipo

Beloved Caca Cing